Selasa, Oktober 28, 2008

Osu atau Osh?

Satu ucapan yang sama namun berbeda penulisan. Itulah Osu dan Osh.

Mana yang benar? Bagi sebagian praktisi beladiri Jepang terutama Karate tentunya hal ini membingungkan. Meski diucapkan dengan bunyi yang sama, “Os,” namun kata ini dalam bentuk tulisan berbeda hurup akhir. Antara U dan H.

Mungkin tidak masalah jika yang menulis dan membaca tulisan kata itu adalah sama-sama orang Indonesia. Mahfum, kalau ada sedikit kesalahan, karena memang bukan bahasa sendiri. Namun akan jadi soal, jika yang membaca penulisan itu adalah orang Jepang, si pemilik bahasa.

Menurut beberapa praktisi seni beladiri Jepang di tanah air yang notabene memiliki wawasan budaya dan bahasa Jepang, penulisan yang benar adalah Osu.

Sebagaimana dijelaskan Senpai Bachtiar Effendi, owner Fokushotokan.com, indoshotokan.blogspot.com dan mediakarate.blogspot.com, perbedaan penulisan itu dilatarbelakangi pelafalan kata oleh orang Jepang.

“Osu!” Diucapkan dengan intonasi yang agak cepat, sehingga hurup U di akhir kata nyaris tak terdengar. Sehingga bagi telinga kita, terdengar seperti bunyi “Oss” atau “Osh.”

Istilah Osu tidak hanya berlaku dalam karate. Bahkan sebagian klub olah raga di Jepang (tidak hanya karate) menggunakannya. "Osu" secara harfiah berarti iya, baik (tanggapan atas suatu perintah).

Jika diteruskan kira-kira, "iya/baik saya kerjakan". Namun karena karate memang bela diri yang berfilosofis, Osu berkembang menjadi makna yang lebih dalam yaitu kesiapan atau ketahanan mental sorang praktisi karate menghadapi ujian yang berat baik saat latihan atau dalam hidup kesehariannya.

Osu juga berarti rasa terima kasih. Yang lebih penting hormat seorang juhior pada senior (sangat terlihat di Jepang).

Sensei Robert Mustard, sebagaimana dikutip dari aikidoshudokanindonesia.com, menjelaskan, di Jepang, orang-orang yang menggunakan kata “Osu!” adalah olahragawan-olahragawan di SMA dan universitas, serta mereka yang belajar karate.

Di perusahaan–perusahaan, Anda juga akan mendengar kata ini, tapi mereka menggunakannya karena untuk mengatakan “Ohayo gozaimasu” (selamat pagi) dan mereka menyingkatnya menjadi kata Osu!

Selain Karate, seni beladiri Aikido aliran Yoshinkan juga menggunakan kata ini sebagai ucapan salam, tanda menghormati dan sapaan.

Kata “Osu!” aslinya ditulis dalam karakter hurup Cina. Terdiri dua hurup, hurup pertama adalah “Osu!” yang arti dalam kamus adalah “mendorong”. Huruf kedua adalah “Nin” yang artinya adalah Shinobu, yaitu endure (tabah), persevere (bertahan), put up with (toleransi) .

Jika semuanya dijadikan satu, maka artinya menjadi: kita harus memacu diri kita untuk tetap tabah menghadapi kesulitan-kesulitan dalam pelatihan, maupun dalam kehidupan kita sehari-hari.

Dalam budo, “Osu!” juga digunakan untuk memberi salam atau jawaban yang berarti bahwa kita siap untuk mengikuti perintah dan petunjuk pelatih. harry

0 komentar: