Senin, Oktober 20, 2008

Ditebas dengan Samurai!



Indonesia kaya seni dan budaya. Salah satu bentuk kekayaan seni dan budaya itu berupa beranekaragamnya senjata khas tradisional. Masing-masing daerah atau provinsi memiliki senjata khas tradisional warisan para leluhur yang hingga kini tetap lestari.

Orang Jawa punya keris. Orang Madura punya clurit, orang Sulawesi punya badik, Orang Sumatera punya rencong orang Kalimantan punya mandau, serta senjata khas tradisional lainnya yang dimiliki masing-masing daerah.

Seperti halnya Indonesia, bangsa lain pun punya senjata khas tradisional yang sangat beragam. Jika disebutkan satu per satu nama negara berikut senjata khas tradisionalnya, tentunya sangat panjang. Ambil satu contoh saja, negara Jepang. Negeri matahari terbit ini punya salah satu senjata khas tradisional yang sangat dikenal di seantero jagat, yaitu pedang.

Pedang Jepang berbentuk agak melengkung yang umumnya berukuran panjang antara 1-1,5 meter ini memiliki satu sisi tajam. Tangkai pegangan cukup leluasa untuk digenggam baik dengan satu tangan atau dua tangan. Pada praktiknya, penggunaan pedang ini lebih dominan ditebaskan dibanding ditusukkan.

Masyarakat Indonesia sangat mengenal senjata tajam yang satu ini. Sebagai negeri yang pernah dijajah bangsa Jepang, orangtua atau kakek-nenek kita pasti sering melihat pedang ini bergantung di pinggang para kenpetai alias serdadu Jepang.

Samurai, demikian umumnya masyarakat Indonesia menyebut pedang Jepang ini.

Bagi orang Jepang yang mendengar penamaan pedang ini di Indonesia dengan sebutan samurai, mungkin akan bingung, heran atau tersenyum simpul.

Soalnya bagi orang Jepang sebutan samurai adalah ditujukan bagi para ksatria tempo dulu. Mereka adalah ahli beladiri yang selalu membawa dua bilah pedang; satu panjang dan satu pendek.

Sementara pedang panjang yang digunakan para samurai itu dinamakan katana. Jadi sungguh mengundang senyum jika kemudian malah pedang tersebut dinamakan samurai.

Memang salah kaprah. Uniknya, banyak orang Indonesia yang paham bahasa Jepang tetapi tidak membetulkan kekeliruan tersebut. Akhirnya tak heran jika kemudian media massa pun tertular salah dengan menulis kata samurai jika menyebutkan nama pedang Jepang ini.

Jika penyebutannya adalah pedang samurai, dengan pengertian pedangnya para samurai, tentunya masih tepat, tetapi jika misalnya kita berujar; “ditebas dengan samurai!” tentulah kesalahan kata yang menggelikan. Berarti ditebas dengan manusia…

0 komentar: