Senin, Mei 18, 2009

Beragam Jenis Bo

Sejak zaman dulu, manusia memanfaatkan berbagai peralatan keseharian sebagai senjata untuk mempertahankan diri Salah satu peralatan keseharian itu adalah tongkat.

Tongkat dari batang kayu atau bambu ini umumnya digunakan sebagai pemikul, baik memikul barang dagangan atau membawa ember kayu berisi air. Selain itu, tongkat juga dipakai sebagai alat bantu berjalan.

Konon, berdasar catatan sejarah, penggunaan tongkat sebagai senjata dipelopori oleh pendeta Zen Budha, Dharma Taisi atau Budhi Dharma pada pada tahun 517 SM.

Kemudian penggunaan tongkat sebagai senjata diajarkan kepada para murid dan pendeta di kuil Budha (kemudian dikenal sebagai kuil Shaolin) tempat Budhi Dharma mengabdikan hidupnya.

Seiring pengaruh seni beladiri Kungfu pada seni beladiri asli Okinawa, penggunaan tongkat sebagai senjata juga diterapkan kalangan pebeladiri di pulau kelahiran Karate tersebut.

Dalam khasanah beladiri di Okinawa, senjata tongkat ini dikenal dengan sebutan Bo. Keberadaan Bo melengkapi jenis persenjataan dalam beladiri Kobudo selain Sai (trisula), Kama (clurit) dan nunchaku (double stick).

Seperti halnya di Cina, dalam aktivitas keseharian masyarakat Okinawa fungsi tongkat juga menjadi alat pemikul (tenbin). Ketika keadaan memaksa, seperti halnya saat pemerintah kerajaan Jepang (1314 M) melarang masyarakat Okinawa membawa senjata tajam, Bo menjadi alternatif alat membeladiri.

Sebagai alat bertahan dan menyerang, ukuran Bo disesuaikan dengan postur tubuh pengguna. Standar Bo berupa batang kayu lurus sepanjang 180 cm dengan diameter titik tengah 3,25 cm dan diameter kedua ujung 2 cm.

Kontur Bo memang tidak sama antara tengah dan kedua ujung. Bagian tengah berdiameter lebih tebal dan bagian ujung mengecil. Hal ini bertujuan untuk keseimbangan, memudahkan penguasaan atau kontrol gerak, mengurangi kepadatan dan meningkatkan kelenturan.

Dari segi fisik, bentuk Bo sangat bervariatif. Selain berbahan kayu, juga ada berbahan bambu. Tentunya pemilihan bahan dan bentuk Bo terkait dengan selera pengguna dan pemanfaatan senjata tersebut.

Teknik memainkan tongkat ini antara kalangan pebeladiri di Cina dan Okinawa (Jepang), memiliki perbedaan yang mendasar, baik dari cara memegang maupun mengayunkan tongkat untuk menangkis dan menyerang.

Di tangan praktisi Kungfu atau Wushu, tongkat yang dikenal dengan nama toya ini dimainkan secara luwes dan penuh variasi gerakan. Sementara di tangan praktisi Kobudo dan Karate, pergerakan Bo lebih to the point, tidak banyak variasi namun langsung diarahkan untuk bertahan dan menghajar lawan. harry

READ MORE - Beragam Jenis Bo

Jumat, Mei 01, 2009

Muk Yan Jong ( II )

Sebagaimana artikel sebelumnya, ada 8 bagian latihan Muk Yan Jong. Berikut deskripsi latihan tersebut.

Bagian Pertama
Terdiri 10 gerakan dimulai jurus awal (posisi siap) kemudian menarik leher, tan sau kiri dan kanan dan jaun sau. Bagian ini menekankan kelincahan dan kekuatan kuda-kuda.

Bagian Kedua
Terdiri 10 gerakan, dimulai posisi awal kanan.

Bagian Ketiga
Terdiri 10 gerakan, dimulai menangkis di luar dan di dalam. Bagian ini juga mengajarkan cara melatih telapak tangan untuk menangkis dan menyerang.

Bagian Keempat
Terdiri 9 gerakan, mulai dari gerakan telapak tangan samping. Keutamaan latihan ini membiasakan tangan dan lengan mampu melakukan serangan balasan sambil menyelusup yang dibarengi tendangan samping yang cepat. Tujuan latihan ini untuk menguasai latihan keterapilan agar bisa melancarkan rangkaian gerakan ke depan segera setelah tangan menemukan celah atau peluang yang terbuka. Walau lawan terus menekan dan melancarkan pukulan, kita tetap bisa melakukan balasan dengan pukulan atau tendangan.

Bagian Kelima
Terdiri 21 gerakan, mulai tan sau ganda. Bagian ini melatih teknik menyelinap masuk menyerang ke daerah pertahanan lawan, sambil menyerang titik lemah lawan. Teknik ini mematikan, jika dilakukan dengan penyaluran tenaga yang tepat.

Bagian Keenam
Terdiri 15 gerakan yang dimulai fok sau. Bertujuan melancarkan aplikasi teknik tangan ganda atau po pai cheung.

Bagian Ketujuh
Terdiri 15 gerakan, dimulai gun sau kiri dan kanan. Penekanan latihan ditujukan pada perubahan bong sau menjadi cengkraman tangan yang dapat dipadukan dengan serangan tangan. Pada akhir latihan akan banyak ditekankan pada persiapan aplikasi tendangan jejak menyilang yang merupakan salah satu pamungkas teknik wing chun.

Bagian Kedelapan
Terdiri 26 gerakan, dimulai bong sau bawah kiri dan kanan dan diakhiri gerakan mundur atau menarik diri. Sebagian besar teknik tendangan ada di bagian ini.

Contoh Teknik Bagian Pertama






































ingin belajar Muk Yan Jong lebih lanjut...?
ikuti tutorial lengkapnya langsung dari Yip Man!
temui Yip Man di sini


READ MORE - Muk Yan Jong ( II )