Kamis, Oktober 16, 2008

Seniman Beladiri


Seniman Beladiri. Istilah ini terinspirasi dari buku yang ditulis Sensei Ben Haryo ( DAN 5 Goshibudo Jujutsu Indonesia, DAN 3 Dentokan Aiki Jujutsu & DAN 3 Wadokai Karate).

Ya, sesuai namanya, seni beladiri atau martial art adalah sebuah ilmu atau teknik membeladiri yang tidak asal gerak tetapi mengandung nilai seni. Seperti halnya menggambar di kertas, tidak asal coret tetapi ada garis dan warna yang rapi, indah dan harmoni.

Keindahan seni beladiri salah satu contohnya adalah pada rangkaian gerak atau diistilahkan dengan jurus, kembangan (pencak silat), kata (karate), keng (shorinji kempo) atau nama lainnya. Rangkaian gerak tersebut baik dilakukan tanpa senjata/tangan kosong maupun dengan senjata.
Keindahan seni beladiri juga bisa ditemukan saat melakukan peragaan teknik beladiri macam embu & bunkai (karate/kempo).

Sebagai seni, beladiri memang indah dan bagi sebagian orang dianggap sebagai sesuatu yang menakjubkan. Jika kita bisa menjiwai ilmu beladiri, seninya akan semakin terasa dan kian memberi pemahaman apa itu seni beladiri.

Umumnya alasan pertama orang belajar pencak silat, karate, judo, jujutsu, shorinji kempo, taekwondo dan sebagainya, adalah untuk memperoleh cara atau teknik bagaimana menghadapi ancaman fisik dan psikis di keseharian yang mungkin saja terjadi.

Selain itu adapula dengan alasan ingin menjadi atlet agar bisa mengoleksi tropi dan medali serta mendapat ketenaran. Sekalian pula kalau memang beruntung, bisa mendapat rezeki dari prestasi tersebut (dapat hadiah/bonus, jadi aktor, bintang iklan, dsb).

Adapula yang beralasan ikut latihan beladiri sebagai pilihan cabang olahraga yang ingin digeluti. Artinya dengan latihan beladiri, kondisi fisik akan prima, karena banyak praktisi beladiri yang berusia lanjut fisiknya alhamdulillah relatif masih segar.

Tidaklah salah alasan-alasan di atas. Belajar seni beladiri memang ada tiga tujuan.
Pertama, dengan seni beladiri kita akan mampu membeladiri jika tak ada jalan lain untuk menghindar dari ancaman atau kekerasan fisik.
Kedua, dengan beladiri kita bisa meraih prestasi dengan mengikuti berbagai pertandingan.
Ketiga, secara otomatis fisik akan sehat karena seni beladiri adalah cabang olahraga.

Secara otomatis, dengan berlatih beladiri tujuan memperoleh ilmu membeladiri dan olahraga akan didapat. Sedangkan tujuan memproleh prestasi adalah sebuah pilihan. Praktisi beladiri yang berbakat menjadi atlet dapat berkarir dalam setiap kejuaraan, sedangkan yang tidak ingin berkompetisi silakan tekun berlatih untuk mempelajari setiap teknik.

Setelah berlatih beladiri dalam beberapa waktu (bisa hitungan bulan atau tahun) biasanya orang akan menemukan arti atau pemahaman sebenarnya dari beladiri yang diikuti. Tentunya seni dalam beladiri akan ditemukan jika kita mau belajar beladiri tak hanya secara fisik tetapi pula kejiwaan, karena dalam beladiri banyak kandungan filosofis yang sangat mendalam dan bermanfaat bagi kehidupan praktisinya.

Seorang praktisi beladiri yang sudah menemukan arti seni dalam beladiri dia akan terus belajar dan belajar, baik melalui latihan fisik maupun latihan psikis (kejiwaan). Menambah cakrawala pengetahuannya tentang beladiri, tak hanya meliputi beladiri yang dipelajari selama ini, tetapi pula tentang beladiri lain baik lokal maupun impor.

Bukan kemudian ingin menjadi yang terhebat atau jawara, tetapi ingin menjadikan diri sebagai praktisi beladiri yang kaya ilmu, luas wawasan dan pengetahuan serta yang terpenting punya jiwa yang luhur.

1 komentar:

Abu Majnun bin Abu Yahya Al Aryani mengatakan...

Terimakasih banyak untuk Bapak Harry yang telah bersedia meluangkan waktu membuat Blog yang sangat bermanfaat ini. Semoga Blog ini dapat berguna sebagai sarana penyebaran informasi mengenai filsafat beladiri pada umumnya dan semangat Budo Seishin pada khususnya di kalangan pebeladiri di tanah air. Maju terus dan semoga sukses.